Kamis, 15 Oktober 2015



Der Spiegel : Bashar al-Assad, Iran Ingin Menguasai Suriah dan Seluruh Timur Tengah



DAMASKUS (voa-islam.com) - Seruan permintaan bantuan dan dukungan militer rezim Bashar al-Assad kepada Kremlin menyembunyikan sisi rahasia beberapa indikasi. Sisi yang bakal menimpa rezim Bashar al-Assad, kehancurannya.
Tidak ada yang menyakini Bashar al-Assad dapat terus bertahan diatas kekuasaan, dan bertumpu kepada kekejaman dan pembantaian. Singgasana kekuassaan Bashar al-Assad berada diatas genangann darah rakyatnya.
Majalah Jerman, Der Spiegel, yang sebagian besar laporan yang bersumer dari sumber informasi dari sumber intelijen yang akurat, menerbitkan lapaoran beberapa hari lalu, tentang sebuah wawancara dengan seorang diplomat Rusia, bertugas di kedutaan Rusia di Damaskus.
Diplomat Rusia itu membuat pernyataan sangat mengejutkan dengan mengatakan bahwa permintaan bantuan Assad, tidak hanya karena kemajuan oposisi dan melemahnya tentara rezim Assad, tapi itu bertujuan untuk memperluas pengaruh Iran. Di mana Bashar al-Assad jatuh kepada lingkaran yang lebih sempit, yaitu cengkeraman Iran secaa total.
Iran, menurut kesaksian dari diplomat Rusia itu, negeri para mullah Syiah itu menginginkan yang lebih dari sekedar peran militer dalam sistem politik Suriah, dan ingin mendapatkan kesempatan menjalankan negara berdasarkan kebijakan Iran.
Jadi Bashar al-Assad, hanyalah akan menjadi 'boneka' Iran. Para sekutu dan musuh Bashar al-Assad memiliki kekawatiran yang sama, tentang pengaruh Iran, dan kekuasaan yang akan dibangun di Irak dan Suriah.
Adakah ada kemungkinan korelasi tewasnya tiga orang jenderal Iran, yang memimpin Garda Republik dan Garda Revolusi Iran di Suriah. Mungkinkah Bashar al-Assad, sendiri yang membocorkan informasi kepada ISIS, yang mengepung Aleppo, dan kemudian membunuh tiga orang jenderal Iran itu. Bashar tidak ingin Iran terlalu dalam melakukan campur tangan di Suriah.
Kemanangan Iran di Suriah dengan menggunakan tangna Rusia, akan membentuk segitiga kekuatan 'The triangle power', yaitu Irak, Iran dan Suriah akan menjadi kekuatan Syiah “Rafidhoh” di Timur Tengah, dan pasti akan menghancurkan kekuatan Sunni, termasuk Saudi.
Apalagi, Iran mendapatkan dukungan enam negara utama, termasuk Amerika dalam perjanjian nuklir, di Wina, Austria. Ini semakin menambah ancaman bagi masa depan Timur Tengah secara nyata. (mashadi/voa-islam.com)

Dapat diakses Disini

Senin, 14 September 2015

Dikabarkan masuk Islam? Jackie Chan jadi Jubir Muslim Uighur




Aktor laga terkenal asal Hongkong Jackie Chan dikabarkan berpindah agama menjadi Muslim. Jackie dikabarkan masuk Islam saat berada di Filipina, namun pembaiatannya sendiri terjadi di Malaysia, bersamaan dengan pemberian gelar datuk pada Chan oleh kerajaan Malaysia.
Jackie Chan telah mewakili dari jumlah 200 juta Muslim China. Organisasi Muslim China, OIC telah mengucapkan selamat atas kabar berpindahnya Jackie Chan.
Jackie Chan juga dikabarkan banyak bicara soal saudara Muslim Uighur dan komunitas Muslim Hui-Hui di Provinsi Xinjiang yang selama ini mengalami diskriminasi oleh pemerintah Tiongkok.
"Kini saya menjadi Juru Bicara Muslim Uighur," Kata Chan.
Ucapan itu ditujukan Chan pada Ban Ki Moon selaku Sekjen PBB.

Dapat diakses juga disini

Sabtu, 12 September 2015

Badai Pasir Landa Mekkah, Alat Berat Timpa Jamaah Haji

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2015 | 23:32 WIB
Badai Landa Mekkah, Alat Berat Timpa Jamaah Haji
Badai di Mekkah menyebabkan alat berat crane roboh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Jumat (11/9). Beberapa jamaah haji terluka. (Dok. Zulhamdi)
TEMPO.COMekkah - Badai besar yang disertai hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara gemuruh melanda Kota Suci Makkah Al Mukarammah, Jumat sore, sejak pukul 17.10 Waktu Arab Saudi atau pukul 21.10 WIB. Badai itu menyebabkan crane, alat berat konstruksi, jatuh dan menimpa jamaah.

Menurut foto yang didapat Tempo dari salah satu jamaah, Ustad Zulhamdi, crane yang roboh tersebut sempat mengenai jamaah. Ada beberapa jamaah haji yang berada di Masjidil Haram yang terluka. Namun, tak ada keterangan apakah ada korban meninggal atau tidak.

"Ada banyak korban," kata Zulhamdi dalam pesannya teks yang dikirim kepada Tempo, Jumat malam.

Tidak hanya butiran es dan angin kencang, hujan besar tersebut juga membawa debu yang membuat meja kerja di Kantor Misi Haji Indonesia di Makkah menjadi kotor.

"Kejadian seperti ini jarang terjadi selama ini," kata Syaiful, mukimin warganegara Indonesia yang sudah 12 tahun tinggal di Makkah bersama keluarganya.

Hal senada dikemukan Ahmad Abdullah Yunus, Kepala Seksi Katering Daker Makkah, yang pernah tinggal di Jeddah. "Biasanya orang Arab khawatir kalau turun hujan," katanya.

Hujan yang jarang terjadi di Arab Saudi, membuat negeri itu tidak siap mengantisipasi air yang turun deras dari langit. Tahun 2010 Makkah dan Jeddah pernah dilanda banjir yang menimbulkan korban jiwa.

Sampai berita ini ditulis, hujan masih turun deras dengan gemuruh yang terus menggelegar disertai angin kencang

ANT  | BS


Dapat diakses disini

Kamis, 10 September 2015

Islam Nusantara dimata Buya Yahya





Bogor (SI Online) - Ulama kharismatik asal Cirebon, Buya Yahya memberikan pandangannya soal Islam Nusantara yang sedang marak dibicarakan saat ini. 
Saat ditemui Suara Islam Online pada Rabu (9/9) lalu di Masjid Raya Bogor, Buya mengatakan bahwa secara istilah Islam Nusantara sebenarnya tidak masalah, akan tetapi saat ini sedang digunakan sebagian orang untuk tujuan jahat.
"Islam Nusantara yang dibangun oleh Walisongo dengan penuh kelembutan keindahan, dan Walisongo yang manhajnya kembali kepada ulama Hadromaut itu jelas indah bukan ekstrim. Cuma istilah ini sedang digunakan orang liberal, jadi ini penjahatnya," kata Buya.