Komnas HAM dan Muhammadiyah otopsi jenazah Siyono di makam
Tim dokter forensik temukan tanda kekerasan benda tumpul pada beberapa bagian tubuh terduga teroris Siyono, tetapi masih butuh uji laboratorium untuk membuat kesimpulan.
Otopsi terhadap jenazah terduga teroris Siyono dilakukan di tengah pemakaman. Foto oleh Ari Susanto/Rappler
KLATEN, Indonesia – Setelah sempat tertunda pekan lalu, tim dokter forensik Muhammadiyah akhirnya melakukan otopsi jenazah terduga teroris, Siyono, hari ini, Minggu, 3 April, selama kurang lebih lima jam.
Tim yang terdiri dari sembilan dokter dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret, dan beberapa universitas Muhammadiyah memulai otopsi sekitar pukul 7:00 WIB dan selesai hampir tengah hari. Satu orang dokter forensik dari Polda Jawa Tengah juga ikut mendampingi otopsi dua jam kemudian.
Otopsi berlangsung aman meskipun sebelumnya beredar kabar penolakan dari masyarakat yang diwakili oleh surat pernyataan Kepala Desa Pogung Joko Widoyo dan juga beredarnya spanduk di beberapa jalan yang isinya menolak teroris di wilayah Klaten.
Sebanyak 1.200 anggota Komando Kesiap-siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Pemuda Muhammadiyah menjaga proses otopsi dibantu aparat dari Polres Klaten dan Polda Jawa Tengah. Makam Siyono sudah dijaga dan disterilkan anggota KOKAM sejak sehari lalu untuk mengantisipasi pencurian atau perusakan jenazah Siyono oleh orang yang menolak otopsi.









